Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam dan bahagia,
Lebah memilih tempat baik dan
menghasilkan madu. Karakter karakter lebah patut ditiru oleh orang-orang mukmin
Lebah mengeluarkan madu, dan madu
mempunyai khasiat kesehatan untuk manusia. Dia produktif dengan kebaikan, dan
hasilnya dapat bermanfaat bagi mahluk lain [ilustrasi]
عَبْدُ اللهِ بنُ عَمْرِ وَبْنِ الْعَاصِ اَنَّهُ سَمِعَا
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اِنَّ مَثَلَ
الْمُؤَمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ اَكَلَتْ طَيْبًا وَوَضَعَتْ طَيْبًا
وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسَرْ وَلَمْ تُفْسَدْ
(رواه
احمد فى المسند, مسند المكثرين من الصحابة, مسند عبد الله بن عمر و بن العاص)
“Dari
Abdullah bin Amru bin Ash bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Dia
memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan
merusak.” (HR. Ahmad)
Adalah Abdullah bin Amr bin As-Sahmi Al-Quraisy. Dia masuk Islam
sebelum bapaknya. Termasuk ahli ibadah dan ulama dari kalangan sahabat. Dia
sudah pandai menulis pada masa jahiliyah. Dia minta izin kepada Rasulullah
untuk menulis apa yang dia dengar darinya, maka beliau mengizinkannya. Dia
ikut dalam beberapa peperangan dan menyabet dengan dua pedangnya sekaligus. Dia
membawa panji bapaknya pada Perang Yarmuk. Mati syahid di Shiffin ikut pihak
Muawiyah. Muawiyah mengangkatnya menjadi gubernur di Kuffah dalam beberapa
waktu yang tidak terlalu lama. Dia meninggal pada tahun 65 H. Dan
hadits-haditsnya yang dicantumkan dalam kitab-kitab sebanyak 700 hadits.
***
Lebah adalah serangga berbulu dan
bersayap empat dan hidup dari madu kembang. Allah memberi kemampuan pada lebah
untuk memakan berbagai jenis buah-buahan dan untuk menempuh jalan-jalan yang
dimudahkan Allah bagimya sesuai dengan kemauannya, baik di udara, darat, lembah
maupun dipegunungan, lalu kembali kesarangnya tanpa tersesat.
Lebah mengeluarkan madu,dan di
dalamnya terdapat obat untuk manusia, hal ini sesuai dengan firman Allah
Subhanahu wa Ta’àla dalam Surat Al-Nahl ayat 69:
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ
فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ
أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap
(macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).
dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di
dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang
memikirkan.” (QS. An-Nahl : 69)
Firman Allah Ta’ala, “Di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Kata ganti (hi yang
berartinya) kembali kepada madu. Demikian dikatakan oleh Al Jumhur. Dengan kata
lain, di dalam madu terdapat kesembuhan bagi manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dengan pernyataannya dalam hadits diatas mengisyaratkan agar kita meniru
sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.
Sifat-sifat itu sendiri memang
merupakan ilham dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaiman firman-Nya dalam
Al-Qur’an Surat Al-Nahl ayat 68 :
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ
أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada
lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di
tempat-tempat yang dibikin manusia.”
(QS. An-Nahl : 68)
Sifat-Sifat Lebah
Pertama, hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang
bersih
Lebah hanya hinggap ditempat-tempat
pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang lain amat mudah
ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi
lebah tidak, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat
bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.
Begitu lah pula sifat seorang
mukmin, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ
إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,
makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan
bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah : 172)
Kedua, mengeluarkan yang bersih
Lebah mengeluarkan madu, dan madu
mempunyai khasiat kesehatan untuk manusia. Dia produktif dengan kebaikan, dan
hasilnya dapat bermanfaat bagi mahluk lain. Begitu juga dengan sifat seorang
mukmin mampu mengeluarkan kebaikan yang dirasakan oleh manusia dan mahluk
lainnya.
Ketiga, tidak merusak
Seperti yang disebutkan di atas,
lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang ia hinggapi. Begitu
pula seorang mukmin, setidaknya ia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal
apapun baik material atau pun non-material.
Keempat, tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Lebah tidak pernah memulai untuk
menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa tergangggu atau terancam.
Dan untuk mempertahankan kehormatan umat lebah itu, mereka rela mati dengan
melepas sengatnya ditubuh pihak yang diserang. Sifat ini pun setidaknya perlu
dimiliki oleh seorang mukmin.
Itulah karakter karakter lebah yang
patut ditiru oleh orang-orang mukmin.
Sungguh, tidaklah sia-sia Allah
Subhanahu wa Ta’ala menyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam
Al-Qur’an sebagai salah satu nama surah, yaitu An-Nahl. Wallahu a’lam
bis-Shawab.

Semoga kita dapat meniru sifat sifat seekor lebah.dan ini merupakan postingan yg sangat bermanfaat
BalasHapusaamiin, terimakasih kakak
BalasHapus