Senin, 01 Oktober 2018

AWAS! Kecanduan Bermain Game dapat Menyebabkan Gangguan Fungsi Mental


Kemajuan teknologi internet dan perangkat telephone pintar (smartphone) seakan sudah tidak bisa lagi dibendung, saat ini perangkat telephone pintar mampu dijajali berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi jejaring sosial sampai aplikasi game online.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan kecanduan game atau gaming disorder menjadi salah satu penyakit mental. Gaming disorder terjadi pada orang-orang yang lebih memprioritaskan game dibandingkan dengan minat hidup serta aktifitas hidup lainnya.
Selain itu, WHO mengatakan permainan di sini mencakup berbagai jenis permainan yang dimainkan seorang diri atau bersama orang lain, baik itu online maupun offline. Meski demikian, bukan berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan. "Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan," menurut WHO.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Resmi Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental", https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri
Selain itu, WHO mengatakan permainan di sini mencakup berbagai jenis permainan yang dimainkan seorang diri atau bersama orang lain, baik itu online maupun offline. Meski demikian, bukan berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan. "Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan," menurut WHO.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Resmi Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental", https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri
Selain itu, WHO mengatakan permainan di sini mencakup berbagai jenis permainan yang dimainkan seorang diri atau bersama orang lain, baik itu online maupun offline. Meski demikian, bukan berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan. "Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan," menurut WHO.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Resmi Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental", https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Perilaku agresif dan masalah mental sering terjadi pada seorang gamers, beberapa studi menunjukan bahwa mereka yang suka bermain Game Online maupun Offline menjadi lebih tertekan dan mudah cemas dari waktu ke waktu dibandingkan mereka yang non gamer.

Anak-anak yang suka bermain gamr menjadi lebih mudah impusif (keinginan untuk pemuasan), canggung secara sosial, dan rentan kecanduan game dari waktu ke waktu. Beberapa gejala yang harus diwaspadai, termasuk kesulitan berkonsentrsi, pola tidur jadi terganggu, peningkatan kecemasan, peningkatan kemarahan yang tidak rasional, dan fobia sosial.

Selain gangguaggn fungsi mental, masalah penglihatan pun dapat terjadi pada seorang gamer,karena terlalu lama menatap layar terang berbahaya pada komponen fisik mata, karena saat bermain game kita cenderung berhenti berkedip, yang dapat membuat mata menjadi kering.

Adapun cara mengatasi gangguan kecanduan game adalah dengan cara membatasi waktu bermain game, nongkrong dengan teman tetapi tetap melakukan hal positif, dan luangkan waktu untuk berolahraga.

Semoga bermanfaat.

SUBHANALLAH Inilah Manfaat dan Rahasia di Balik Gerakan Shalat


Assalamu'alaikum wr. wb.

Salam dan bahagia,

Gerakan sholat ternyata memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh. Hal itu dikarenakan setiap gerakannya dapat menimbulkan atau merangsang jaringan sel dan peredaran di dalam tubuh untuk bekerja lebih optimal. Kondisi tubuh lebih sehat dan segar karena aliran darah lancar, alias tidak ada yang tersumbat.

Bahkan, beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti asing juga sudah membuktikan, beberapa gerakan sholat memang berpengaruh pada bagian tubuh tertentu. Asalkan gerakan tersebut dilakukan dengan benar dan dalam jangka waktu tertentu. Berikut ini beberapa diantaranya : 

 1. Gerakan takbiratul ihram

Gerakan ini dilakukan pada permulaan sholat, yaitu dengan berdiri tegap, mengangkat kedua tangan, lalu di sedekapkan di depan dada. Gerakan ini akan mambuat pernapasan menjadi lancar dan teratur. Selain itu, otot kedua tangan serta bahu akan berkontraksi, sehingga lebih kuat dan kencang.




 



     2. Gerakan rukuk

Gerakan ini dilakukan dengan membengkokkan badan ke arah depan, sehingga kedua tangan bertumpu pada tumit. Saat gerakan rukuk dilakukan, otot di sekitar punggung hingga pantat akan mengalami kontraksi. Sementara itu, aliran darah terutama pada bagian tubuh atas akan lebih terasa lancar. Kedua tangan yang memegang tumit juga akan tertarik, sehingga lebih kencang.
 





      3. Gerakan sujud


Gerakan ini dilakukan dengan cara meletakkan bagian kepala ke alas lantai, hingga dahi dan ujung hidung menyentuh alas lantai. Sementara itu, jari-jari kaki dibengkokkan dan kedua telapak tangan juga menyentuh alas lantai. Sehingga aliran darah ke kepala akan mengalir dengan optimal.






4. Memaksimalkan Fungsi Otak 
 Beberapa penelitian menyimpulkan gerakan sujud ini dapat memaksimalkan fungsi kedua otak manusia, yaitu otak kanan dan otak kiri. Dengan begitu, seseorang yang bersujud dengan benar dan relatif lama dengan teratur tidak menutup kemungkinan bisa lebih cerdas dan kreatif. Gerakan sujud juga membuat otot dari leher hingga kaki akan bereaksi dan berkontraksi, sehingga akan lebih kuat dan kencang.
Sementara itu, pernapasan akan lebih teratur. Tidak sedikit orang yang melakukan sujud dengan waktu cukup lama untuk menghilangkan pusing atau sakit kepala yang dideritanya.


5.   Gerakan duduk

Setelah gerakan sujud, dilanjutkan dengan gerakan duduk di mana pantat dan paha bertumpu pada bagian kaki bawah. Hal ini akan menyebabkan otot kaki menekan sehingga peredaran darah akan terpompa lebih maksimal. Jika dilakukan secara teratur, gerakan duduk dalam sholat ini dapat mencegah penyakit linu atau nyeri pada bagian kaki.







6.  Gerakan salam

Gerakan sholat yang terakhir dilakukan, yaitu salam. Gerakan ini dilakukan dengan sederhana, yaitu hanya memutar kepala ke kanan dan ke kiri hingga melihat ke belakang, sekali saja. Namun demikian, jika dilakukan dengan benar akan membuat otot di bagian leher akan lebih terlatih dan kencang dan peredaran darahnya juga akan lancar.
Gerakan salam akan menghindarkan tubuh menderita pegal-pegal pada bagian leher.
Gerakan sholat tidak akan bermanfaat bagi tubuh jika dilakukan secara sembarangan dan cepat. Oleh karena itu, manfaat agama terutama bagi yang beragama Islam yang menunaikan sholat setiap hari, lakukanlah gerakan sholat dengan baik dan benar. Lakukanlah sholat sesuai aturan yang diajarkan, sehingga dapat memetik manfaat gerakan sholat ini.





Selain sholat, ibadah dalam agama islam tidak hanya merupakan ketaatan namun juga memberi faedah pada umatnya seperti juga pada manfaat zakat.
Wallahu a’lam bis-Shawab.*

Wassalamu'alaikum wr. wb.